Postingan

Nostalgia

Nostalgia   Di keheningan malam Alunan lagu terdengar nyaring di telingaku Disertai rintik hujan Sapuan angin mengiringinya Seolah membisikkan sebuah kata demi kata Kerinduan meyesap melalui celah hatiku Rintikan hujan menjadi saksi bisu ratapan hatiku Aku merindu Ya rindu Rindu akan seseorang yang dulu singgah di ruas hatiku Rindu ia yang membanjiriku dengan perhatian kecilnya Aku merindukannya Ia yang enggan melepas tautan jari kami Enggan untuk melihatku mengalihkan perhatian darinya Ia yang kusangka kan jadi pelabuhan terakhirku Ia yang kupikir kan tua bersamaku Ia itu dia Dia milikku Namun itu dulu Kini semua telah berubah Ia bukan lagi yang menginginkanku sepenuh hatinya Aku ditinggalkan Perih… Sugguh rasanya setengah diriku hilang Rasanya mustahil Ia pergi tanpa menoleh Tanpa sepenggal salam perpisahan Hingga tiba saatnya ia muncul dengan menggandeng tangan wanita lain Saat itu aku paham Ia benar-benar telah pergi...

Puisi Hati

Puisi  Mungkin Mungkin… Jika dulu kita bertemu dengan alur yang lebih dramatis Sebuah rasa takkan mudah mencari pijakan lain Mungkin… Jika dulu rasa itu tak cepat mengikat Menjalar melalui sela-sela nadi Perangkap jiwa dan raga Jalinan kasih takkan mudah tumbang Diterpa badai tak diundang Namun ia datang Menyelip bak plankton Merasuk menutupi rasa Mungkin… Jika tuan tak buka kunci Takkan ada tamu datang tanpa diundang Itu semua hanya mungkin Mungkin yang akhirnya nyata Mungkin bisa saja… Putih terbang Tergantikan dengan warna baru Mengukir rasa terbaik Akan kelamnya masa lalu   6 Mei 2020